English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

VNC (Virtual Network Computing)

.
55 comments

VNC merupakan software remote control yang dapat digunakan untuk melihat dan berinteraksi dengan suatu komputer melalui komputer lain dalam jaringan, baik lokal ataupun Internet. VNC adalah sebuah teknologi yang bisa mengizinkan kita untuk mengakses komputer lain secara remote. Kita bisa bekerja atau ngendalikan komputer remote dengan memakai laptop atau memakai komputer lain.

VNC (Virtual Network Computing) juga bisa didefinisikan sebagai semacam share desktop secara remote. Mudahnya, kita seolah-olah berada di depan komputer yang jaraknya cukup jauh. Sebelum dapat menggunakan fasilitas remote menggunakan VNC terlebih dahulu kita harus melakukan beberaoa langkah, yaitu:


• Penginstalan Paket VNC di Linux SUSE
• Disable Fire Wall
• Menggunakan fasilitas VNC

A. Penginstalan Paket VNC di Linux SUSE

Agar dapat menggunakan VNC dalam linux kita harus menginstal paket VNC terlebih dahulu. Dalam menginstal paket VNC ini tidaklah terlalu sulit, apalagi dalam DVD linuxnya sudah tersedia, jadi kita tidak perlu repot-repot mencarinya lagi.
Setelah computer anda terhubung dengan jaringan, cobalah untuk Ping computer lain atau Share, jika berhasil maka computer sudah terhubung dengan jaringan. Adapun cara menginstal paket VNC di Linux SUSE sebagai berikut:

1. Langkah adalah kita harus membuka Terminal atau Konsole.


2. Lalu masuk Super User (Root).


3. Lalu ke Yast. Pilih software> Software Management.



4. Tekan Alt+F dan tekan Alt+S untuk search paket instalasi. Ketik “vnc”> Enter. Lalu muncul paket yang akan diinstal. Kemudian arahkan pada paket> tekan Enter untuk memberi perintah instalasi. Tekan Accept untuk memulai instalasi.

5. Tunggu sampai proses instalasi selesai.


B. Men-Disable Firewall

Cara men-disable firewall, sebagai berikut:

1. Masuk Yast. Pilih Security and Users> Firewall.


2. Pilih “Stop Firewall” dengan menekan Alt+T, pilih “Disable Firewall automatic starting”. Lalu pilih Next.


3. Firewall telah didisable

C. Menggunakan Fasilitas VNC

Kita akan menggunakan fasilitas VNC menggunakan Mozilla Fire Fox. Pertama masuk Mozilla. Lalu pada Address bar ketik:

http://(Nomor IP computer yang akan di remote):5801//
Contoh: http://192.168.5.4:5801// lalu tekan Enter.
Akan tampak seperti gambar dibawah:


Read More »»

Setting Mikrotik Beserta Management Bandwith

.
29 comments

1. Setelah melakukan penginstalan mikrotik kita dapat memulai setting, bias lewat text atau aplikasi dari mikrotik yaitu winbox. Disini kita akan melakukan pensettingan melalui winbox. Buka aplikasi winbox kemudian pilih ip atau MAC address untuk menghubungkannya, lebih baik kita menggunakan MAC addressnya karena tanpa mengatur ip terlebih dahulu.


2. Kemudian masukkan user beserta passwordnya, dan klik icon connect

3. Kemudian akan muncul tampilan awal winbox, pertama-tama setting ip address untuk ether1 dan ether2 dari jaringan yang di buat.

Klik IP dapa deretan menu di sebelah kiri, kemudian klik pada address lalu tambahkan masing masing IP address, network, broadcast, dan interface untuk ether1 dan ether2 dengan cara klik tanda (+) dan setting seperti gambar berikut.

4. Setelah itu setting untuk DNS yang digunakan dengan Klik ip kemudian DNS. Klik menu setting dan masukkan DNS nya jangan lupa centang pada Allow Remote Requests.

5. Selanjutnya kita lakukan setting NAT untuk ip jaringan mana yang di perbolehkan untuk terkoneksi dengan jaringan diatasnya maupun ke internet, dengan cara klik ip lalu firewall dan klik pada menu NAT. Tambahkan dengan klik (+) lalu pada tap General untuk option chain pilih srcnat kemudian masukkan ip yang akan nat, sehingga seperti gambar berikut. Jika kita mengijinkan beberapa ip yang boleh terhubung lakukan langkah ini kembali sesuai banyaknya ip jaringan yang akan dihubungkan

Setelah itu klik pada tab Action disitu ubah menjadi masquerade.

6. Kemudian setting routing dengan cara klik ip pada tampilan awal lalu klik routes dan tambahkan destination dna gateway, untuk gateway itu ip pada jaringan di atas jaringan ether1, sehingga seperti gambar berikut.

7. Lalu kita akan melakukan management bandwith untuk jaringan client kita dengan cara klik queues kemudian tambahkan nama jaringan, alamat ip, dan berapa jumlah bandwith yang diberikan.

Kita juga dapat menambahkan beberapa alamat ip target dengan bandwith yang sama dan nama jaringannya. Dengan klik tanda panah bawah pada Target Address.

8. Kemudian agar client dapat melihat dan memonitoring bandwith yang di berikan admin kepada jaringannya dengan cara klik tools lalu graphing. Dan klik pada tab Queue Rules disitu tambahkan dengan klik (+) kemudian isikan pada Simple Queue nama jaringan yang dibuat saat setting Queues sebelumnya dan ip address yang di izinkan untuk mengakses.

Jika kita pilih all pada Simple Queue maka ip address tersebut dapat melihat dan memonitoring kecepatan dan bandwith semua nama jaringan yang di buat. Selain itu agar nama jaringan tersebut dapat di akses oleh semua masing masing ip kita dapat mengubah Allow Address menjadi 0.0.0.0/ (semua jaringan).

9. Disini kita sudah melakukan setting secara sederhana routernya. Kemudian lakukan ujicoba untuk clientnya.

10. Dengan cara browsing IP dari router tersebut, kemudian akan muncul masing-masing client yang sudah di setting bandwithnya

Read More »»

Open Shortest Path First

.
9 comments

1. Pendahuluan

OSPF merupakan interior routing protocol yang kepanjangan dari Open Shortest Path First. OSPF di desain olrh IETF ( Internet Engineering Task Force ) yang pada mulanya dikembangkan dari algoritma SPF ( shortest path first ). Hampir tidak berbeda dengan IGRP ( Interior Gateway Routing Protocol ) pada tahun 80-an. Pada awalnya RIP adalah routing protokol yang umum dipakai, namun ternyata untuk AS yang besar, RIP sudah tidak memadai lagi.

OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans. Protokol ini bersifat open yang berarti dapat diadopsi oleh siapa pun. OSPF dipublikasikan pada RFC nomor 1247.

Karakteristik Open Shortest Path First (OSPF):

¨ Menggunakan Algoritma link-state

¨ Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar

¨ Tidak menyebabkan routing loop

¨ Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area

¨ Cepat mengetahui perubahan pada jaringan

¨ Dapat menggunakan beberapa metrik

2. Cara Kerja OSPF

OSPF bekerja dengan link-state protocol yang memungkinkan untuk membentuk tabel routing secara hirarki. Sebelum berlanjut ke dalamnya, perlu dijelaskan sedikit istilah-istilah umum dalam OSPF, yaitu :

· Area

Area yaitu letak dimana berada sebuah kumpulan network, router dan host biasa. Area di sini bukan berarti area fisik.

· Backbone

Backbone adalah area yang khusus dimana area-area saling terhubungkan. Seluruh area yang ada, harus terhubung ke backbone.

· Stub Area

Adalah area dimana hanya terdapat satu buah gateway / router, tidak ada alternatif lainnya.

OSPF bekerja dengan membentuk sebuah peta network yang dipelajari berdasarkan informasi dari router-router yang berada dalam neighbour. Peta tersebut akan berpusat pada local host. Dari localhost host tersebut akan ada cost untuk menuju network lain yang ditentukan dari hasil perhitungan.

Untuk memudahkan penggambarannya, mari kita bangun sebuah network imaginer demikian :




Gambar Skema Jaringan

Keterangan

Router 1 terhubung ke subnet 10 dan 11

Router 2 terhubung ke subnet 11 dan 12

Router 3 terhubung ke subnet 12 dan 15

Router 4 terhubung ke subnet 13 dan 15

Router 5 terhubung ke subnet 14 dan 15

Pertama-tama network diatas akan dibagi menjadi beberapa area, yaitu :

Area 1 : 10 ( stub area karena hanya mempunyai 1 router )

Area 2 : 11 dan 12

Area 3 : 13 , 14 dan 15

Dan masing-masing router mempunyai neighbour :

Router 1 mempunyai neighbour router 2

Router 2 mempunyai neighbour router 1 dan 3

Router 3 mempunyai neighbour router 2, 4 dan 5

Router 4 mempunyai neighbour router 3 dan 5

Router 5 mempunyai neighbour router 3 dan 4

Router 1 menggambarkan peta network seperti demikian :

Gambar Peta Jaringan

Sebagai localhost, router 1 bernilai 0. Lalu router 2 yang behubungan secara direct dengan router 1 diberikan cost 10 ( 0 + 10 ). Lalu dari router 2 berhubungan dengan router 3 yang bernilai 20 ( 0 + 10 + 10 ) dan pada akhirnya router 4 dan 5 bernilai 30.

Masing-masing link bernilai 10, yang berarti apabila link tersebut dilewati, maka harganya harus ditambahkan 10. Seperti pada contoh router 2 yang bernilai 20 merupakan hasil pertambahan 0 + 10 + 10.

Lalu pada bagian paling bawah dari gambar, ada router 4 dan 5 yang bernilai 40. Hal ini disebabkan router 4 bisa berhubungan lansung dengan 5 tanpa melalui router 3 dan itu akan menambah cost sebanyak 10 lagi. Demikian juga yang terjadi pada router 5 yang bisa dicapai melalui router 4, tanpa router 3. Namun pada akhirnya, cost terrendahlah yang dipilih dalam tabel routing. Yaitu yang bernilai 30 sedangkan 40 dibuang.


Read More »»
Silakan Pasang Link Anda Di Bawah Ini Dan Jangan Lupa Pasang Balik Link saya.
Thanks,
Recent Comment And Contact Us
foxyform.com
 
Selamat datang di Rendy'site | Terimah kasih atas kunjungannya. Tanbahkan komentar dan saran anda untuk perubahan yang lebih baik pada blog ini !